• Asmaul Husna

  • Meta

  • Prof. Dr. Joko Sutrisno, M.T.

    Image and video hosting by TinyPic Please sharing to me about mathematic....
  • Kumpulan Arsip

  • Pengunjung

    free counters
  • My Blog Polling

  • Times

  • My Image

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

DIKLAT ASESOR PENILAIAN KINERJA GURU

Dalam rangka menyongsong diberlakukannya penilaian kinerja guru yang hasil penilaiannya digunakan untuk perhitungan angka kredit bagi guru untuk kenaikan pangkat mulai 1 januari 2013, sosialisasi diklat asesor penilaian kinerja guru angkatan I dilaksanakan di Hotel Sahid Yogyakarta dengan peserta pengawas, kepala sekolah, dan guru baik dari jenjang SD, SMP, maupun SMA serta SMK.
Dengan harapan pada saatnya nanti berlaku maka antara penilai dan yang dinilai sama-sama tahu indikator dari penilaian tersebut, sehingga hasilnya benar-benar memuaskan kedua pihak. Harapan yang lebih besar bahwa sikap dan perilaku keprofesian dari para guru akan memberikan efek positif dan memuaskan bagi konsumen pendidikan karena terlayani secara profesioal.
Semoga……semangat.

NB: hasil diklat berupa modul tentang PK Guru dapat saudara unduh di bagian download.

FORM RAPORT XI dan XII SEM 1 TH 2016-2017:

Yth Bapak dan Ibu Wali Kelas XI dan XII, form aplikasi raport kelas XI dan XII dapat bapak dan ibu wali kelas unduh di bagian download, maaf bertahap akan terlayani satu per satu….

NB: untuk kelas/rombel dengan 2 mapel lintas minat, selesaikan untuk lintas minat yang pesertanya lebih banyak dulu, kemudian baru di “save as” untuk lintas minat yang lain.

ndesik !!!

NILAI ASLI UAS 1 TH 2016-2017

Nilai asli UAS 1 th 2016-2017:

1.dafnil-uas-asli-x-mipa-1-sem-1-th-16-17

2.dafnil-uas-asli-x-mipa-2-sem-1-th-16-17

3.dafnil-uas-asli-x-mipa-3-sem-1-th-16-17

4.dafnil-uas-asli-x-mipa-sb-sem-1-th-16-17

sering-sering dilihat karena scan sangat antri dan sering hang, para siswa dilihat dari nilai kelihatan bahwa kurang suka mencatat/menuliskan hal-hal yang penting terutama pembahasan soal-soal oleh para presenter materi. Untuk antisipasi maka semua siswa diharuskan remidi dengan mengerjakan soal UAS 1 Matematika (wajib), nomor absen genap kerjakan soal genap dan sebaliknya (dengan kertas folio bergaris), dikumpulkan paling lambat Selasa, 13 Desember 2016 pukul 09.00 ke meja guru.

ttd

Joko Sutrisno, MT

contoh soal latihan UAS

untuk latihan soal UAS klik saja model-soal-uas-1-16-17 dan selamat mencoba  !!

Bahan UAS 1 tahun 2016-2017

Untuk para calon Dr, berikut ini kita sampaikan bahan UAS 1 tahun 2016-2017, silakan klik bahan-uas-1

persiapkan sebaik-baiknya, dan apabila masih ada tugas-tugas yang belum dikumpulkan mohon segera dikumpulkan.

Direktur

 

Tata Tertib dan Tata Krama Siswa

Kepada siswa yang membutuhkan tinggal unduh aja dengan klik tata-krama-dan-tata-tertib-16-17

ttd

Direktur

FORM APLIKASI PKG 2016

Bapak/Ibu Guru mata pelajaran dan juga guru bimbingan konseling, form aplikasi PKG 2016 (dari pengawas) dapat segera diisi dengan mengunduh lebih dahulu. Klik pkg-guru-versi2010pkg-guru-bkpkg-dan-pkwks-akademikpkg-dan-pkwks-humaspkg-dan-pkwks-kesiswaanpkg-dan-pkwks-sarpraspkg-dan-pk-kepala-sekolahpkg-dan-pk-perpustakaanpkg-dan-pk-kepala-labpkg-dan-pk-kepala-lab-ipapkg-dan-pk-kepala-lab-ipawawancara-setelah-pengamatanwawancara-sebelum-guru-mapelinstrumen-wawancara-ksbukti-pengamatan-guru-okdok-bukti-fisik-adm-kinerja-guru-okpenilaian-kinerja-guru-1……dan selamat menggunakan semoga sukses…terima kasih.

Direktur

 

Professionalisme guru : Fasilitator vs content transmitter

Pendidikan adalah proses penggabungan antara teaching and learning. Berhasilnya usaha learning yang dilakukan oleh peserta didik ditentukan oleh teaching yang di lakukan oleh guru.

Guru yang baik harus berperan sebagai fasilitator bukannya content transmitter, apalagi diktator. Guru sebagai fasilitator adalah guru yang mengemban paradigma constructivism didalam aktivitas mengajarnya. Artinya adalah murid lah yang meng konstruk / membangun sendiri pengetahuan didalam dirinya, tugas guru hanyalah sebagai stimulator atau pemberi rangsangan. Jadi bukan guru yang meng konstruk ilmu bagi murid. Jika bukan ini yang dilakukan oleh guru maka guru telah melakukan tugas hanya sebagai content transmitter / pemindah ilmu, yang mana probability untuk melekat di ranah kognitif anak tidak akan sebaik jika guru berperan sebagai fasiltitor.

Guru sebagai fasilitator berarti bahwa guru harus menggunakan metode student-centered learning bukannya teacher-centered learning. Dengan metode yang pertama maka murid akan menemukan keasyikan didalam mempelajari ilmu yang akan dia konstruk dan potensi murid akan tumbuh dengan baik, namun jika guru menggunakan metode kedua maka akan timbul kejenuhan bagi siswa didalam proses belajar.

Metode student-centered learning dapat berupa inquiry, discussion, collaborative learning, practicum, tutorial, dan problem solving  (silahkan baca sendiri detail teorinya) sedangkan metode teacher-centered learning biasanya berupa ceramah yang di ikuti dengan mencatat dan menghapal.

Menjadi guru professional dapat dilmulai dari usaha untuk merubah diri dari seorang content transmitter menjadi fasilitator atau juga learning manager. Namun untuk  dapat melakukan itu tidaklah mudah karena banyak faktor yang menentukan. Diantaranya adalah believe yang dimiliki guru terhadap learning outcome, school, and student; fasilitas; curriculum (curriculum Indonesia terkenal selalu overloaded); ujian nasional yang menentukan kelulusan spt UN; dan tersedianya training / workshop (professional development program).

Dengan melakukan student-centered learning maka kemampuan bertanya dan menjawab, critical thinking, dan kemampuan mencari jawaban akan apa yang sedang dicari oleh siswa akan terbentuk didalam proses pembentukan ilmunya. Akibatnya akan tercipta ilmuwan-ilmuwan kecil di dalam kelas yang nantinya akan terus menapaki langkahnya menjadi calon-calon ilmuwan masa depan.

Belajar haruslah memiliki prinsip learn, fun, and grow bukannya learn, stress, and grow. Untuk itu guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki tanggung jawab terbesar didalam menciptakan suasana belajar yang fun untuk  membantu siswa tumbuh menjadi dirinya sendiri bukannya menjadi robot-robot kecil yang ahli menghafal dan mencatat saja.

Semoga Sertifikasi akan diarahkan kepada terciptanya guru yang professional, bukannya guru yang dihantui dengan UN dan beban mengajar yang harus 24 jam / minggu. Bukan itu jaminan professionalitas seorang guru. Namun professionalitas guru ditentukan oleh sejauh mana guru tersebut mampu membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi muridnya dalam mengkonstruk ilmunya sendiri dengan bertindak sebagai fasilitator bukannya diktator ataupun content transmitter. Sudah saatnya paradigma pendidikan Indonesia berubah jika ingin meningkatkan mutunya.

Semoga bermanfaat, namun hiraukan saja jika tidak sesuai dengan believe anda. (dibuat ditengah-tengah kesibukan mengerjakan disertasi)

Sumber : M. Haris Effendi, MSi & Millist PGOL