• Asmaul Husna

  • Meta

  • Prof. Dr. Joko Sutrisno, M.T.

    Image and video hosting by TinyPic Please sharing to me about mathematic....
  • Kumpulan Arsip

  • Pengunjung

    free counters
  • My Blog Polling

  • Times

  • My Image

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Kinerja Lagi…..

Disaat para sertifikan harap-harap cemas menanti tetesan cairnya Tunjangan Sertifikasi, sudah muncul visitasi kinerja yang akan dilaksanakan oleh para pengawas. Semoga saja fenomena ini dapat membantu mudahnya guru dalam mendapatkan kemudahan cairnya tunjangan tersebut diwaktu-waktu yang akan datang.
Cuma kadang-kadang karakter temen-temen kita yang sering menjadi bahan perbincangan di pos-pos ronda, kedai-kedai minuman, warung lesehan dll adalah “kalau dipersulit aja mau, mengapa mesti dipermudah”
Tapi semoga saja tidak, bukanlah kita apriori terhadap kerja mereka sebab kerja dan agenda mereka adalah mulia karena mereka mantan pemain, menjadi pelatih, kadang ada yang menjadi pengamat sehingga tahu persis dimana letak kekurangan selama ini sehingga “Pendidikan di Indonesia” seperti tak tentu arah.
Kalau imam ke utara maka pendidikan mengikuti arus di utara, kalau imam merubah arah kiblat maka sudah bisa dipastikan arah pendidikan pasti kan berubah, padahal kita punya renstra
Para prajurit di lapangan kadang sampai bingung, baru melaksanakan model A, sudah ada edaran merevisi menjadi B, ditambah masalah beban kerja guru yang simpang siur harus mengikuti aturan yang mana. Sebagai PNS katanya beban kerja minimal 37,5 jam (jam 60 menit dimulai pukul 07.00 – 14.00), sedangkan sebagai “guru” harus minimal 24 jam tatap muka.
Andai saja hal semacam ini terjadi 10-15 tahun yang lampau akan pas sekali disaat indonesia kekurangan tenaga guru, nah hal ini mencuat sekarang kan seperti “telmi alias telat mikir”
Kalau misalnya semua mau berpikir positif bahwa karakteristik kerja (bukan profesi) sebagai seorang guru adalah sangat lain dengan profesi yang lain, meski sama-sama fungsi pelayanan sekalipun, lha mbok iyao Guru sebagai PNS itu jam kerjanya dari 07.00 – 14.00 tiap hari dan dengan hitungan beban kerja yang sama dengan PNS lainnya.
Coba amati…!! Pada kenyataannya banyak guru-guru yang kerja hingga sore hari agar siswanya mendapatkan tambahan pengalaman belajar dan siap menghadapi UNAS, pernah mereka perhatikan hal ini??? Hal yang disayangkan adalah bahwa guru dalam hal ini punya wadah organisasi profesi yang bernama PGRI juga tidak bisa satu kata dan satu perjuangan, asal diri sendiri sudah enak tak kan peduli lagi dengan teman-temannya yang masih pontang-panting.
Satu contoh saja, kalau guru dapat sertifikasi maka sudah iyik yang lainnya, kenaikan pangkat semula ada KPO kemudian ada angka kredit yang memberi jalan bagi guru yang rajin/berprestasi, tapi giliran banyak guru yang mencapai gol IVa banyak para iyik cendekia yang berpikir bagaimana cara menghadang mereka, yang dengan karya tulis, guru berprestasi, dll. Bagi guru-guru yang notabene biasa-biasa aja terus gemana, kan gak bakalan naik pangkat (kalau tidak mengurus PAK yang sudah=parkir). Mestinya angka kredit jalan terus dengan berbagai ranjau-ranjau yang akan menghambat laju kenaikan pangkatnya, dan KPO juga harus berjalan sebagaimana mestinya, sebab apakah guru yang tidak berprestasi mereka tidak mengajar?? Masih banyak guru-guru kita yang santun kok, mereka bekerja tanpa memikirkan pangkat.
Seloroh akar rumput bahwa hiburan guru ya pangkat dan kenaikan gaji bukan penelitian ataupun membuat karya tulis, upaya mengembangkan profesi mereka yang sangat lain dengan dosen. Dosen yang rajin belajar dan penelitian (dana penelitian itu besar lho, kalau proposal mereka diterima), gelar sudah berjibun misalnya Dr.Ir. A, M.Eng, P.Hd itu pangkatnya kadang baru III b, atau III c. Meneliti dan membuat laporan akan menambah wawasan keilmuan dan kocek mereka, tapi kalau guru?????? Bagaimanapun kamu para guru diharuskan untuk bisa lho….Kita memang beda tapi bisa sama yaitu sama-sama guru. Sabar…sabar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: