• Asmaul Husna

  • Meta

  • Prof. Dr. Joko Sutrisno, M.T.

    Image and video hosting by TinyPic Please sharing to me about mathematic....
  • Kumpulan Arsip

  • Pengunjung

    free counters
  • My Blog Polling

  • Times

  • My Image

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Tunjangan Profesi Guru Belum Cair Kemana Harus Bertanya??

Apabila kita mau kirim surat bisa lewat jasa POS, bila kita mau kirim uang bisa dengan jasa wesel POS, jasa transfer bank, bila kita mau cari download atau upload berita/artikel kita bisa menggunakan jasa internet, bila kita merasa diberlakukan tidak adil kita pun bisa minta jasa pengacara untuk naik ke pengadilan,…dan lain-lain, namun bila tunjangan profesi guru kita belum cair mau kemanakah kita bertanya….??? Ke dinas pendidikan??? Ke LPMP ??? Ke dirjend PMPTK ??? Ke bank BPD ??? Ke bank BRI ???? Wah serba kurang jelas. Padahal itu semua dalam rangka pelayanan kepada jabatan profesional, cuma profesionalnya guru.
Saudara-saudara bisa bandingkan dengan profesi sebagai dokter, karena dokter itu salah satu kerja profesional maka ketika orang sakit gigi kemudian diobati kemudian bila dokter bilang Rp 50.000, maka si pasien tak ada yang menawar, tetapi adakah guru bisa disebut profesional??? Pemulung itu juga sebuah profesional, sebab ketika ada orang kaya berkat bekerja sebagai pemulung maka tak kan pernah berhenti dari kerja memulung meskipun anak/saudara yang menjadi tanggungannya telah sukses mandiri. Dan kerja seorang pemulung sangat independent tak ada yang meng”audit”, jangankan audit mungkin tak ada seorangpun yang bercita-cita menjadi pemulung.
Kapan guru indonesia menjadi sebuah impian generasi penerus???? Oh guru dipundakmulah letak kemajuan bangsa ini, kapan bekerjamu menjadi kerja yang bernilai ibadah kalau kalian masih “diam” dan berpikir masalah uang/gaji. Guru jaman dahulu banyak yang kerja bakti, kerja siang malam tanpa pamrih dan sering tak berbayar. Kemuliaan demi kemuliaan kan kau dapatkan jika kau tetap menjadi guru yang terus bekerja dan bekerja, tak usah tanya tinyi tentang sesuatu yang di luar wewenang dan tugasmu. Terus Semangat Guru Indonesia…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: