• Asmaul Husna

  • Meta

  • Prof. Dr. Joko Sutrisno, M.T.

    Image and video hosting by TinyPic Please sharing to me about mathematic....
  • Kumpulan Arsip

  • Pengunjung

    free counters
  • My Blog Polling

  • Times

  • My Image

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Siswa Gagal, Guru Belum Tentu Salah

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Pihak guru telah disalahkan karena jumlah siswa yang lulus Ujian Nasional (UN) menurun. Padahal dalam penyusunan sistemnya pihak guru sama sekali tidak dilibatkan.

“Itu kan nggak adil, dalam menyusun soal juga kita tidak dilibatkan,” tutur kordinator Koalisi Tolak Diskriminasi Guru, Retno Lystiarti kepada Tribunnews.com, usai diskusi “Diskriminasi Guru Penyebab Turunnya UN” di ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2010).

Tahun ini, kelulusan ujian nasional mengalami penurunan. Terdapat 267 SMA/SMK yang tingkat kelulusannya 0%, dengan perincian 51 sekolah negeri, dan 261 sekolah swasta.

Dapat dikatakan sebagian besar sekolah yang siswanya gagal UN, adalah sekolah swasta. Dimana pemerintah telah mengeluarkan izin, tetapi banyak yang tidak diperhatikan. Tetapi pemerintah dalam sistemnya menyamaratakan seluruh sekolah, padahal perbedaan signifikan terdapat pada sekolah unggulan, dengan sekolah yang tidak unggulan.

Soal yang disusun BNSP, dianggap terlalu sulit, dalam penyusunannyapun pihak guru tidak dilibatkan. Sejauh ini, hampir tidak pernah terdengar, adanya masalah mengenai kegagalan guru menyampaikan materi kepada murid.

“Nggak adil kan” tutur Retno yang juga staff pengajar di SMU 13 Jakarta.

Guru adalah aset bangsa, yang bertanggung jawab terhadap mempersiapkan generasi muda agar bangsa ini bisa menjadi lebih maju. Maka selain aspek kesiswaan, nasib guru juga harus diperhatikan.

“Gaji guru walaupun berstatus S1, disamakan dengan gaji tukang sapu,” tutur Retno mengenai salah satu penyebab kegagalan pendidikan di negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: