• Asmaul Husna

  • Meta

  • Prof. Dr. Joko Sutrisno, M.T.

    Image and video hosting by TinyPic Please sharing to me about mathematic....
  • Kumpulan Arsip

  • Pengunjung

    free counters
  • My Blog Polling

  • Times

  • My Image

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Tahajud dan Giat Belajar

Nindhita, Tahajud dan Giat Belajar

Prof. Dr. Sutrisno, M.T.NINDHITA Putric Prabaswari (14) sosoknya sederhana. Sehari-hari dia tidak mau merepotkan orang tuanya. Gadis yang akrab dipanggil Nindhita oleh keluarga dan teman-teman disekolahnya yakni SMPN 115 Jakarta ini merupakan anak ke-2 dari tiga bersaudara dari pasangan Nirwata Indra

Cahyan dan Dewi Utami dikenal sebagai anak yang mandiri. Sejak kecil dia sudah biasa.membagi waktu antara bermain, belajar dan tambahan aktivitasnya yakni bimbingan Belajar (Bimbcl) dan Jes piano.Pada ujian nasional kemarin, Nindhita meraih nilai lima besar tertinggi nasional dengan jumlah nilai ujian akhir 39,40. Awalnya diakui rasa was-was sempat menghantui pikirannya karena khawatir jika Ia tidak lulus. Kepada ibunya, satu minggu sebelum ujian dia meminta sang ibu membangunkan dia setiap pukul 03.00 WIB agar dia bisa menjalankan shalat tahajud yang diteruskan dengan belajar.

Sebelum pelaksanaan ujian sayalebih sering meminta mama untuk membangunkan saya malam hari agar bisa shalat tahajud, ujarnya.Mcnurut Nindhita, usai tahajud, dia mulai membaca buku-buku pelajaran. Biasanya supaya semangat belajar dan untuk mengusir agar tidak IU , sambil belajar biasanya diiringi musik, agar lebih cocok dengan suasana malam hari yang masih hening. Saya memilih musik jazz untuk menemani saya,”terangnya.

Namun pada saat mendengar suara Adzan subuh berkumandang, gadis berponi ini pun berhenti belajar dan menunaikan shalat subuh. Menurut siswi yang tinggal di Perumahan Wijaya Kusuma Duren Sawit, Jakarta Timur ini, pada hari pertama menghadapi UAN, dirinya sempat panik dan tidak percaya diri dalam mengisi soal-soal ujian Bahasa Indonesia, karena soal-soal mata pelajaran ini lebih suasah dan tidak pasti. Saya sempat tidak PD saat ngisi soal ujian Bahasa Indonesia karena soal-soalnya lebih banyak yang menjebak, dan tidak pasti jawabannya, kata dia.

Berbeda dengan pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dianggap scram oleh sebagian pelajar lain karena dia memang menycnanginya. Menurut dia, menjadikan mata pelajaran Matcmatia dan IPA Ini sebagai pelajaran pavorit karena dia terobsesi pada Ayahnyayang seorang Insinyur Teknik. “Mungkin papa seoarang insinyur dan senang dengan matematika, maka ketenangannya menular pada saya,” ujarnya.Sementara Dewi Utami, ibunda Nindhita, mengungkapkan bahwa putrinya ini berbeda” dengan kakaknya yang lebih manja, namun Nindhita terlihat lebih mandiri bahkan sejak mulai Sekolah Dasar (SD) ia sudah bisa membagi waktunya sendiri. “Jadi semua kegiatannya mulai dari sekolah, belajar, les Piano, les tari dan les privat (bimbcl) bisa la jalankan dengan baik karena ia sudah bisa mengaturnya sendiri, jadi saya tinggal mengawasinya saja,” ujarnya, ms

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: