• Asmaul Husna

  • Meta

  • Prof. Dr. Joko Sutrisno, M.T.

    Image and video hosting by TinyPic Please sharing to me about mathematic....
  • Kumpulan Arsip

  • Pengunjung

    free counters
  • My Blog Polling

  • Times

  • My Image

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

Tunjangan Profesi Yang Profesional

Tunjangan Profesi tahun 2010 sudah cair, ada yang 9 bulan, ada yang 10 bulan, ada yang 11 bulan, dan ada juga yang 12 bulan. Begitulah kiranya PMPTK atau apa sekarang namanya, mengajarkan bahwa perbedaan itu adalah hikmah yang harus disyukuri secara profesional. Sebagai bentuk tanggapan ataupun pertanyaan profesional maka saya lewat forum seperti ini (tidak perlu turun ke jalan) nanti malah di “cap” tidak profesional atau tidak layak “guru” kok turun ke jalan berdemonstrasi.
Pertanyaan itu:
1. Berapakah sebenarnya Tunjangan Profesional per gundul seorang “guru profesional” yang punya sertifikat profesional?
2. Didalam SKTP apakah jelas tertulis berapa bulan masing-masing harus menerima?
3. Setelah mekanisme disusun secara jelas, apakah orang-orang yang memegang amanah untuk mengurusi masalah ini juga sudah ditentukan secara profesional (jelas)?
4. Kalau uang dari pusat langsung di “lempar ke rekening” masing-masing, apakah takut ada yang tercebur ke laut? (kok masih lewat perantara lagi)
5. Apakah orang-orang “dinas” juga tahu bahwa tunjangan yang diterima oleh “guru profesional” tidak lengkap 12 bulan? (apakah sudah benar kalau uang masuk rekening masing-masing, sementara pengaduan yang menangani secara kolektif oleh dinas)
6. Pernahkah “oang-orang” Subdit Program di PMPTK mendengarkan bagaimana keluhan/luapan cemburu orang-orang yang diberi amanah mengurusi Tunjangan ini dari pemberkasan dll?

Menurut hemat saya,
1. setelah mendengarkan keluhan kanan-kiri termasuk merasakan sendiri, mengelola apapun kalau tidak secara profesional maka hasilnya juga tidak akan profesional.
2. kewajiban tatap muka 24 jam itu sebenarnya yang melakukan analisa dulu-dulunya siapa? Pada awal2 iya memang keliatan bagus, tapi sekarang sudah mulai “guru sesama bidang studi” dah mulai perang dingin, apakah begini yang diharapkan ke depan?
3. Sebaiknya yang membuat regulasi tentang guru dan tata cara mengelola kebutuhan guru secara profesional sudah semestinya adalah “mantan-mantan guru yang baik dan independen tidak terikat pada kepentingan” sehingga pas dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi.
4. Ketika dulu kurang “guru” banyak guru mengajar dari pagi sampai malam, jam bisa 40 jam lebih, sekarang disaat guru hampir memenuhi rasio baik beban maupun jam tatap muka efektif (18 jam) lha kok malah beban manjadi 24 jam ya otomatis menjadi “gontok-gontokan”. Apa memang ini yang menjadi tujuan????

Pikirkan dan analisa kembali, ini saja belum semuanya “tersertifikasi” nanti kalau semuanya sudah tersertifikasi mau jadi apa? Barisan guru jangan dianggap “diam manut miturut”, tapi kalau Bapak-bapak/Saudara-saudara yang berwenang mengelola SDM yang namanya “guru” mau berpikir “seandainya saya juga guru” maka saya yakin apapun keputusan yang diambil untuk selanjutnya dijadikan pedoman pengelolaan guru akan bagus. Jadi ide pengelolaan itu jangka panjang demi kesejahteraan dan peningkatan mutu.
Nah semuanya mesti sinergis dan komprehensip, tidak bisa berpikir untuk orang banyak kok secara parsial atau kelompok-kelompok.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: