• Asmaul Husna

  • Meta

  • Prof. Dr. Joko Sutrisno, M.T.

    Image and video hosting by TinyPic Please sharing to me about mathematic....
  • Kumpulan Arsip

  • Pengunjung

    free counters
  • My Blog Polling

  • Times

  • My Image

    Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic

The Miracle Of Lailatul Qodar

Suatu ketika ada seorang laki dari bani Israil yang bernama Samun, membawa pedang di atas pundakanya dalam rangka Jihad Allah. Istilah kerenaya ‘’berjuang menegegakkan agama Allah. Tidak tanggung-tanggug, lelaki itu telah berjuang pada kurun waktu yang cukup lama. Menurut Imam al-Ghozali, lelaki itu telah berjuang sekitar seribu bulan.[1] Bisa dibayangkan, betapa besarnya pahalanya.

Karena besarnya pahalanya, banyak para pemuda masa kini yang terjerat jihad palsu, dengan mengtasnamakan islam, seperti: Nngebom tempat belanja, hotel, bahkan meng-obrak-abrik pasar. Dan ahirnya para pemuda yang terjerat jihad itu mati sia-sia, bahkan disebut dengan ‘’teroris’’. Memang, pahala ber-jihad yang benar, sesuai dengan ajaran agama jika meninggal dunia maka kelak ia akan langsung masuk surge, tanpa ada pertanyaan dari malaikat.

Nabi Saw pernah ditanya oleh sahabat:’’Ya Rosulullah, amal perbuatan apa yang paling utama? Nabi menjawab:’’ orang mukmin yang berjuang dijalan Allah dengan jiwa dan hartanya’’. [2]Bahkan, mereka yang meninggal dunia disebut dengan ‘’mati sahid’’. Artinya, ia akan masuk surga tanpa harus melalui perhitungan (hisab). Siapa yang tidak suka. Pasti orang mukmin jika tahu hakeat jihad yang sebenarnya akan berebut mati sahid. Tetapi, saat ini medan jihadnya ialah mengentaskan kemiskinan, kesehatan, dan meningkatkan kualitas ilmu dan pengetahuan umat islam.

Besarnya pahala dan balasan orang berjuang dijalan Allah SWT, sebagaimana yang dilakukan oleh perjuang Bani Israil itu. Menimbulkan rasa iri terhadap Nabi Saw, sehingga beliau Saw tak segan-segan memohon kepada-Nya, agar diberikan hari yang terbaik, dan nilainya sama dengan berjuang dijalan Allah selama seribu bulan bagi umatnya yang usianya pendek-pendek. Nabi Saw berdo’a:’’ Ya Allah…!engkau menjadikan umatku termasuk pendek usinya, dan sedikit amal perbuatanya’’.

Ahirnya, Allah mengabulkan permintaan Nabi Saw dengan memberikan waktu terbaik yang disebut dengan ‘’lailatul qodar’’. Q.S al-Qodar (97:1-5) dan Q.S al-Duhan (44:3), Allah mengisaratkan bahwa malam itu malam penuh dengan berkah (kebaikan). Bersamaan itu, Allah SWT menurunkan al-Qur’an sebagai mu’jizatnya kepada hambanya yang bernama Muhammad Saw.

Banyaknya kebaikan (berkah) yang ada pada sepuluh terahir bulan Ramadhan, dimana pada salah satu malam dari sepupuh itu adalah Lalilatul Qodar. Nabi Saw yang telah memberikan teladan, bagaimana beliau mempersiapkan diri saat menanti detik-detik malam berkah tersebut. Sebagai seorang Nabi Saw, sekaligus kekasih-Nya (Habibullah), tentunya Nabi Saw tahu kapan detik-detik Lailatul Qodar datang.

Namun, sebagai seorang manusia biasa, Nabi Saw memberikan pelajaran agar supaya menyambut Malam tersebut dengan persiapan yang sungguh-sungguh, seperti sholat malam (tarawih), witir, membaca al-Qur’an, senantiasa membangunkan anggota keluarganya. Agar supaya keluarganya memperoleh indahnya Lailatul Qodar. Nabi tidak melakukan spelukasi, seperti rajin pada waktu ganjil, akan tetapi sepuluh terahir itulah waktu dipergunakan ntuk menyambut malam berkah tersebut.

Dalam rangka menyambut detik-detik lailatul qodar, dimana para malaikat berhamburan turun ke-bumi membaur dengan manusia yang menghidupkan malam dengan dzikir. Allah SWT mengatakana”’ Adakalah orang yang meminta pada malam ini, adakah orang yang meminta pengampunan, adakah orang yang memohon…!Pada malm itu, Allah akan memberika semua permintaan hamba-hambanya. Sedangkan, Nabi Saw. dalam hal ini menuturkan:’’Barangsiapa menunaikan shalat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah dilakukan.[3]

Tidak hanya itu, karena pentingnya malam Lailatul Qodar, sang istri meminta secara khusus kepada Nabi Saw seputar do’a yang dipanjatkan pada malam tersebut. Nabi Saw menjawab;’’ Bacalah… اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عني عَنِّيyang artinya:’’ Ya Allah….!sesungguhnya engkau adalah dzat yang maha memaaftkan, engkau juga suka memaafkan, maka maafkanlah aku….! Namun, ternyata diantara ribuan, bahkan jutaan manusia yang ber-iman, ketika memasuki detik-detik lailtul qodar banyak yang lupa, capek, karena belanja untuk persiapan lebaran sehingga tidak sempat menunaikan tarawih, atau ke-tiduran hingga waktu sahur tiba, ada juga malas-malasan, atau lupa diri karena menonton Liga Eropa.

Tentunya, kesempatan ini jangan sampai sia-sia. Mari berlomba-lomba beribadah, menjaga panca indera dari semua yang menjadikan puasa tidak sempurna. Yang kaya, berikan menyambut Lailatul Qodar dengan hartanya. Yang hafid al-Qur’an, menyambut dengan hataman al-Qur’an, yang rajin dan kuat tarawih, jangan tinggalkan sunnah Nabi ini. Yang paling indah ialah sebagiamana seorang syair katakan’’ Sungguh Indah Ketika dunia dan Ilmu Agam Menyatu’’. Artinya, orang yang ber-ilmu, kaya, pinter, rajin ibadah, dan gemar bersedekah di bulan suci yang penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: